TAHAPAN DAN SISTEM PENILAIAN SELEKSI SIPSS

TAHAPAN DAN SISTEM PENILAIAN SELEKSI SIPSS

Tahapan seleksi masuk kepolisisan jalur SIPPS ada beberapa. Tahapan seleksinya dibagi atas dua tahap, yang pertama tahap seleksi SIPSS tingkat daerah, yang kedua tahapan seleksi SIPPS tingkat pusat. Untuk lebih lengkapnya berikut tahapan-tahapan di setiap tingkatannya.

Tingkat Daerah

Di tingkat daerah tahapan seleksinya terbagi atas pemeriksaan administrasi awal, Pemeriksaan kesehatan tahap 1, pemeriksaan psikologi, pemeriksaan kesehatan tahap 2, pemeriksaan kesehatan jiwa, pemeriksaan administrasi akhir, dan sidang terbuka kelulusan tingkat daerah.
  • Pemeriksaan Administrasi Awal
  1. Adapun berkas-berkas yang akan diperiksa. Pertama, surat permohonan dengan syarat surat permohoman tersebut harus ditulis sendiri oleh pendaftar dengan tinta berwarna hitam tanpa adanya coretan ataupun ada yang dihapus di atas kertas bergaris agar terlihat rapi serta menggunakan materai 6000 Rupiah. Kedua, foto copy akte kelahiran yang dikeluarkan oleh pihak walikota atau bupati, jika tidak memiliki akte kelahiran, maka dapat menggunakan surat keterangan kelahiran yang juga dikeluarkan oleh pihak walikota atau bupati, dan jika terdapat kesalahan pada akte kelahiran maka pendaftar harus melampirkan surat keterangan yang dikeluarkan oleh yang berwenang. Ketiga, foto copy ijazah mulai dari SD hingga ijazah sarjana serta foto copy sertifikat akreditasi program studi atau jurusan  yang dikeluarkan oleh BAN-PT. Keempat, foto copy surat keterangan sehat yang dikeluarkan oleh instansi kesehatan pemerintah kecuali polri. Kelima, Surat Keterangan Catatan Kepolisian sebagai bukti bahwa pendaftar tidak pernah melakukan tindakan criminal. Keenam, foto copy kartu keluarga dan foto copy KTP.Ketujuh, surat pernyataan mendapat persetujuan dari orang tua. Kedelapan, surat pernyataan belum menikah. Kesembilan, daftar riwayat hidup. Kesepuluh, surat perjanjian ikatan dinas pertama (IDP) anggota polri dan surat pernyataan tidak terikat pada suatu instansi atau perusahaan..
  2. Berkas-berkas atau dokumen yang telah diserahkan selanjutnya akan diperiksa oleh panitia, apakah berkas-berkas tersebut lengkap dan sah kebenarannya. Adapun penilaian dari pemeriksaan berkas-berkas tersebut adalah bersifat kualitatif atau dilihat dari segi kualitasnya. Hasilnya hanya dua, memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat. Jika memenuhi syarat maka selamat anda lolos ke tahap seleksi selanjutnya, namun jika tidak maka mohon maaf anda belum beruntung.
  3. Selama seleksi berlangsung, peserta diwajibkan memakai kemeja berwarna putih lengan panjang, dan menggunakan celana berwarna hitam, membawa kaos polos, celana pendek atau boxer  berwarna putih, mebawa pakaian renang, dan alat tulis menulis seperti pulpen, pensil,  tipp-x, dan karet penghapus.
  • Pemeriksaan Kesehatan tahap Satu
  1. Di pemeriksaan tahap satu ini, yang akan diperiksa adalah kondisi fisik mulai dari bentuk kepala, bentuk kaki yang normalnya hanya ada dua bentuk yaitu X dan O, bentuk telapak kaki, varikokel, ambeien, varices, telinga hidung dan tenggorokan, tekanan darah, kecepatan nadi, pengukuran tinggi dan berat badan, dan tes kesehatan mata.
  2. Sistem penilaian pada pemeriksaan kesehatan tahap satu ini adalah bersifat kuantitatif atau dilihat dari kuantitasnya yang berarti dinilai dengan angka. Untuk nilai B nilainya 70 hingga 75, untuk nilai C nilainya 60-67, untuk nilai K1 nilainya 55-57, untuk nilai K2 nilainya 50. Usahakan untuk tidak mendapatkan nilai K2 karena nilai tersebut tidak memenuhi syarat meskipun ada pertimbangan dikarenakan kelainan kesehatan pendaftar.
  • Pemeriksaan Psikologi
  1. Dalam pemeriksaan psikologi dirangkum beberapa aspek dalam pengujiannya. Pertama,  factor kecerdasan baik itu kecerdasan umum, kemampuan praktis, kemampuan verbal, maupun kemampuan abstrak. Kedua, factor kepribadian seperti prososial, pengendalian diri, penyesuaian diri, dan kepercayaan diri. Ketiga, factor minat seperti procedural, pelayanan social, keadilan, kebenaran, demokratis, dan humaniora. Keempat, sikap kerja meliputi kecepatan, daya tahan, dan ketelitian.
  2. Sistem penilaian pemeriksaan psikologi diberi kisaran mulai angka 0 hingga 100. Jika nilai yang didapat berkisar 0-40 berarti nilainya kurang sekali, jika 41-60 maka nilainya kurang, jika 61-80 maka nilainya sudah dikategorikan cukup, dan jika 81-100 berarti nilainya baik. Usahakan untuk tidak mendapat nilai 60 kebawah karena akan dianggap gagal alias tidak memenuhi syarat sehingga tidak bisa lagi melanjutkan ketahapan seleksi selanjutnya.
  • Pemeriksaan Kesehatan Tahap Dua
  1. Setelah dilakukan berbagai pemeriksaan fisik pada tahap satu, dilakukan juga pemeriksaan kesehatan tahap dua yang terfokus pada pemeriksaan fisik bagian dalam. Seperti pemeriksaan toraks, pemeriksaan elektrokardiografi, dan pemeriksaan laboratorium meliputi uji urine, darah, dan kimiah darah yang bertujuan untuk mendeteksi apakah pendaftar mengidap penyakit atau memakai narkoba dan obat-obatan terlarang.
  2. Untuk system penilaian pada pemeriksaan kesehatan tahap dua adalah bersifat kuantitatif atau dilihat dari segi kualitatifnya yang berarti dinilai dengan angka. Nilai B untuk angka 70 hingga 75, nilai C untuk angka 60 hingga 67, nilai K1 untuk angka 55 hingga 57, nilai K2 untuk angka 50. Usahakan untuk mendapatkan nilai 61 ke atas karena jika nilainya berada pada kategori K2 maka dapat dikatakan yang bersangkutan tidak memenuhi syarat sehingga tidak dapat melanjutkan ke tahapan seleksi selanjutnya.
  • Pemeriksaan Kesehatan Jiwa
  1. Pada pemeriksaan Kesehatan Jiwa, peserta akan diuji beberapa hal yang berkaitan dengan materi-materi yang meliputi. Pertama, gangguan mental organic seperti demensia, amnesia, delirium, gangguan kepribadian gara-gara kerusakan atau disfungsi otak. Kedua, gangguan mental dan akibat penggunaan narkotika. Ketiga, gangguan psikotik seperti skizofrenia, gangguan waham menetap, dan gangguan psikotik akut maupun sementara. Keempat, gangguan suasana perasaan. Kelima, gangguan neurotic atau saraf. Keenam, gangguan kepribadian seperti gangguan kepribadian khas, gangguan kebiasaan dan impuls, gangguan identitas jenis kelamin, gangguan psikologis dan perilaku yang berkaitan dengan perkembangan masa orientasi seksual.
  2. Dalam pemeriksaan kesehatan jiwa, peserta diwajibkan mengenakan kemeja berwarna putih berlengan panjang, dan memakai celana berwarna hitam. Membawa alat tulis menulis seperti pulpen, pensil, tipp-x, ,penghapus karet, dan papan computer.
  • Pemeriksaan Administrasi Akhir
  1. Berkas yang dibawa adalah berkas yang sama pada pemeriksaan administrasi awal hanya saja berkas-berkas tersebut dibuat dalam tiga rangkap.
  2. Adapun metode pemeriksaan administrasi akhir ini diserahkan sepenuhnya kepada panitia yang akan melakukan peeriksaan secara cermat dan teliti untuk menentukan mana berkas yang sah dan yang tidak. Selanjutnya dibuatlah keputusan kelulusan pemeriksaan administrasi akhir pada penerimaan SIPSS baik yang memenuhi syarat maupun yang tidak memenuhi syarat.
  3. Metode penilaiannya sederhana. Jika berkas lengkap dan sah maka dinyatakan memenuhi syarat yang berarti peserta lulus pemeriksaan administrasi akhir tingkat daerah. Jika berkas administrasi lengkap namun diragukan keabsahannya, atau jika berkas administrasi sah namun tidak lengkap, atau jika berkas administrasi lengkap namun tidak sah, dan atau jika berkas administrasi tidak lengkap dan tidak sah, maka dinyatakan tidak memenuhi syarat yang berarti peserta yang bersangkutan tidak lulus pemeriksaan administrasi akhir tingkat daerah.
  • Sidang Terbuka Kelulusan di Tingkat Daerah
Pada tahap ini akan diumumkan siapa saja peserta yang lolos pada seleksi SIPSS di tingkat daerah untuk dikirim ke tingkat pusat untuk mengikuti berbagai macam rangkain seleksi lagi agar menjadi anggota polri yang seutuhnya.

Tingkat Pusat

  • Pemeriksaan Administrasi Awal
  1. Pada tahap ini sebenarnya pemeriksaannya sama dengan pemeriksaan administrasi awal di tingkat daerah.
  2. Panitia pusat akan memeriksa kembali kelengkapan dan keabsahan berkas-berkas. Panitia pusat juga akan mengembalikan dokumen-dokumen asli seperti KTP, KK, Ijazah, dan lain sebagainya.
  3. Penilaiannya sederhana. Jika berkas-berkas lengkap dan terbukti sah mak dinyatakan memenuhi syarat, selain daripada itu dinyatakan tidak memenuhi syarat.
  4. Saat pemeriksaan administrasi awal ini, peserta harus memakai kemeja berwarna putih berlengan panjang, memakai celana panjang berwarna hitam, dan membawa alat tulis seperti pulpe, pensil, tipp-x, dan penghapus karet.
  • Pemeriksaan Kesehatan
Pemeriksaan kesehatan tingkat pusat ini sebenarnya sama dengan metode  pemeriksaan kesehatn di tingkat daerah. Meliputi pemeriksaan kesehatan tahap satu, pemeriksaan kesehatan tahap dua, dan kesehatan kejiwaan.
  • Pemeriksaan Psikologi dan Penelusuran PMK
Dalam tahap ini akan dikumpulkan data-data ataupun informasi yang kemudian diolahnya data psikologi tersebut untuk mengungkap karakteristik peserta. Juga dilakukan wawancara kepada pendaftar untuk mendalami mental kepribadiannya.
  • Uji Akademik
  1. Secara umum uji atau tes akademik dibagi dalam dua. Pertama, Tes Potensi Akademik (TPA). Kedua, TOEFL(Test of English as Foreign Language. Tes tersebut dilakukan dengan system tes computer (CAT). Adapun bentuk soalnya adalah berbentuk pilihan ganda berjumlah 100 butir pertanyaan dengan empat pilihan jawaban.
  2. Sistem penilaiannya sederhana. Nilai diberi skala 0 hingga 100. Jawaban yang benar akan diberi nilai, sedangkan jawaban yang salah ataupun yang tidak terjawab tidak akan diberi nilai . Transformasi nilainya sederhana cukup dengan menjumlahkan nilai TPA dengan nilai TOEFL kemudian bagi 2 untuk lebih jelasnya, begini rumusnya NILAI = (N.TPA + N.TOEFL) / 2. Dengan katalain bahwa  nilai didapat dari rata-ratanya.
  • Tes Kompetensi
Tes kompetensi dilaksanakan sesuai dengan bidang keahliannya secara tertulis dan wawancara . Jika peserta berasal dari prodi teknik informatika misalnya, maka akan dilakukan uji kompetensi di bidang computer. Begitu juga dengan peserta yang berasal dari prodi kedokteran maka akan dilakukan uji kompetensi pada bidang kesehatan. Begitupun dengan yang lainnya.
  • Tes Jasmani dan Anthropometri
  1. Lari 12 menit.
  2. Renang gaya bebas (menggunakan gaya renang yang dikuasai). Renang sejauh 25 meter dengan batas waktu bagi pria maksimal 55 detik dan bagi wanita maksimal 60 detik. Nilai batas lulus sebesar 41. Peserta dinyatakan tidak memenuhi syarat apabila tidak mencapai 25 meter, mendapat 0 karena tidak mengikuti tes renang, dan mendapatkan nilai di bawah batas lulus.
  3. Peserta diharuskan memakai pakaian renang, tidak diperbolehkan menggunakan perhiasan, tidak diperbolehkan menggunakan kecamata renang dan alat bantu lainnya.
  • Sidang Terbuka Kelulusan Tingkat Pusat
Pada tahap ini akan diumumkan peserta yang lulus dan juga yang tidak lulus. Jika lulus, maka akan dikirim untuk mengikuti rangkaian pendidikan polri jalur SIPSS. Namun jika tidak lulus, masih ada kesempatan di tahun berikutnya.

1 Response to "TAHAPAN DAN SISTEM PENILAIAN SELEKSI SIPSS"

  1. Bentuk kepala juga dinilai ya..? Memangnya kepalanya harus berbentuk seperti apa?

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2